Final Exam Cultural Anthropology
Kebudayaan dan Masyarakat
(Studi Kasus Kebudayaan Batak Toba)
Prepared By:
Cindy Pratiwi 2007110297
MC 11-10 B
Cultural Anthropology
Lecturer : Mrs. Tutik Dwi Winarno
The London School of Public Relations Jakarta
2009
Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, hanya karena rahmat dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan makalah dengan judul “ Kebudayaan dan Masyarakat Study kasus pada Kebudayaan Batak Toba “ .
Penulisan makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas mata kuliah Cultural Antropology. Serta untuk menambah wawasan anda tentang Kebudayaan Masyarakat terutama kebudayaan Batak Toba.
Dengan kerendahan hati saya menyadari bahwa banyak pihak yang telah membantu saya baik secara langsung maupun tidak langsung. Sehingga makalah ini dapat diselesaikan sesuai yang direncanakan.
Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Ibu Tutik Dwi Winarno yang telah memberi tugas dan membimbing saya dalam mengerjakan makalah ini dapat saya selesaikan dengan baik.
Segala sesuatunya tidak ada yang sempurna, begitu juga pada penulisan makalah ini baik secara isi maupun penulisannya yang dikarenakan keterbatasan dari saya. Oleh sebab itu saya mengharapkan saran dan kritik dari anda agar makalah ini dapat bermanfaat bagi saya khususnya dan pembaca pada umumnya.
Jakarta, 14 Juli 2009
PENULIS
Daftar Isi
Kata Pengantar…………………………………………………………………………………….2
Daftar Isi……………………………………………………………………………………….….3
Bab 1 : Pendahuluan
1.1 Latar Belakang………………………………………………………………….......4
1.2 Rumusan masalah…………………………………………………………….……..5
1.3 Tujuan Penelitian……………………………………………………………..…….5
Bab 2 : Kerangka Teoritis
2.1 Definisi Kebudayaan…………………………………………………...………....6-7
2.2 Definisi Masyarakat…………………………………………………………….....8-9
Bab 3 : Metodologi Penelitian
3.1 Metode Penelitian……………………………………………………….……..…..10
3.2 Metode Analisis Data……………………………………………………..……10-11
Bab 4 : Analisis dan Pembahasan
4.1 Unsur Bahasa…………………………………………………………….………...12
4.2 Unsur Sistem Teknologi dan Alat Produksi………………………………………..12
4.3 Unsur Sistem Mata Pencaharian………………………………………………...…12
4.4 Unsur Organisasi Sosial……………………………………………...………..…...12
4.5 Unsur Sistem Pengetahuan…………………………………………...…………....13
4.6 Unsur Sistem Religi………………………………………………………………..13
4.7 Unsur Kesenian………………………………………………………..…….….13-14
Bab 5 : Penutup
5.1 Kesimpulan…………………………………………………………...…………....15
5.2 Saran…………………………………………………………………...…….…….15
Daftar Pustaka…………………………………………………………………………….……...16
Lampiran…………………………………………………………………………………………17
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Indonesia disebut sebagai Negara kepulauan. Pulau – pulau di Indonesia erbentang dari Sabang sampai Merauke. Dengan banyaknya pulau – pulau di Indonesia, maka lahirlah berbagai kebudayaan yang berbeda pula. Kesatuan Indonesia harus kita jaga, karena jika Indonesia kehilangan salah satu pulau ataupun wilayah, maka kesatuan di NKRI akan menjadi tidak sempurna. Selain itu juga karena banyak hal –hal yang menarik yang dapat kita teliti dari suatu kebudayaan batak itu sendiri. Seperti yang kita ketahui kebudayaan batak adalah suatu kebudayaan dari Sumatera yang beraneka ragam. Walaupun sama-sama memiliki kebudayaan yang sama, namun masih banyak pula perbedaan-perbedaan dari kebudayaan batak di setiap daerah Sumatera itu sendiri. Maka dan oleh sebab itu saya tertarik untuk meneliti kebudayaan Batak Toba didaerah Toba. Banyak mungkin yang tidak tahu bahwa suku batak memiliki banyak suku-suku lainnya, salah satunya adalah Batak Toba yang akan saya coba untuk teliti ini. Suku Batak Toba sama seperti suku-suku batak lainnya, memiliki keanekaragamannya tersendiri yang membuatnya semakin unik dan memiliki banyak budaya dan adat istiadat yang menarik untuk di teliti.
1.1.1 Rumusan Masalah
Bagaimana penerapan unsur-unsur budaya sebagai kebudayaan universal pada Kebudayaan Batak Toba?
1.2 Tujuan Penulisan Makalah
1.2.1 Untuk mengetahui dan menganalisis unsur bahasa
1.2.2 Untuk mengetahui dan menganalisis sistem teknologi dan alat produksi
1.2.3 Untuk mengetahui dan menganalisis sistem mata pencaharian
1.2.4 Untuk mengetahui dan menganalisis organisasi sosial
1.2.5 Untuk mengetahui dan menganalisis sistem pengetahuan.
1.2.6 Untuk mengetahui dan menganalisis sistem religi
1.2.7 Untuk mengetahui dan menganalisis kesenian.
BAB II
KERANGKA TEORITIS
2.1 Definisi Kebudayaan
2.1.1 Secara Etimologis
Kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta yaitu ‘budayyah’ yang merupakan jamak dari kata budhi yang artinya akal. Kebudayaan diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi atau akal.
2.1.2 Secara Konseptual
1. Edward B. Taylor
Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat oleh seseorang sebagai anggota masyarakat.
2. Koentjaraningrat
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
3. Ki Hajar Dewantara
Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.
4. William H. Haviland
Kebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh para anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat di tarima oleh semua masyarakat.
5. Robert H Lowie
Kebudayaan adalah segala sesuatu yang di peroleh individu dari masyarakat, mencakup kepercayaan, adat istiadat, norma-norma artistic, kebiasaan makan, keahlian yang di peroleh bukan dari kreatifitasnya sendiri melainkan merupakan warisan masa lampau yang di dapat melalui pendidikan formal atau informal.
2.1.3 Secara Operasional
Kebudayaan adalah seluruh hasil karya manusia yang melingkupi pengetahuan, kepercayaan, adat istiadat dan kemampuan lain yang dihasilkan manusia dengan belajar.
2.1.4 Tabel Variabel Instrumen
Variable teori Variabel Dimensi Indikator
Kebudayaan Karya
Adat istiadat
Belajar - Alat transportasi
- Alat tulis
- Mebel
- Norma
- Kebiasaan
- Aturan
- Prestasi
- Pengetahuan
- Pengalaman
2.2 Definisi Masyarakat
2.2.1 Secara Etimologis
Masyarakat secara etimologi berasal dari bahasa Arab dengan kata dasar syaraka (verb) atau syariek (noun) yang berarti teman. Dan dalam bahasa Inggris kata masyarakat itu sepadan dengan kata Society yang berasal dari kata Socius, artinya bergaul. Jadi, Masyarakat secara kebahasaan dapat diartikan sebagai kelompok orang yang berteman dan bergaul
2.2.2 Secara Konseptual
1. Menurut JL Gillin (sosiolog) dan JP Gilin (antropolog)
Masyarakat adalah sekelompok orang yang satu sama lain merasa terikat oleh kebiasaan tertentu, tradisi, perasaan, dan prilaku yang sama.
2. Menurut Koentjaraningrat
Masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi sesuai dengan adat istiadat tertentu yang sifatnya berkesinambungan, dan terikat oleh suatu rasa identitas bersama.
3. Menurut Selo Soemardjan
Masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan.
4. Menurut (Ralph Linton 1968) masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang hidup dan bekerja sama dalam waktu yang relatif lama dan mampu membuat keteraturan dalam kehidupan bersama dan mereka menganggap sebagai satu kesatuan sosial.
5. Menurut Drs.Sidi Gazalba
Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut.
2.2.3 Secara Operasional
Masyarakat adalah sekumpulan orang yang saling berinteraksi dan terikat oleh kebiasaan, identitas dan adat istiadat yang sama.
2.2.4 Tabel Variabel Instrumen
Variable teori Variabel Dimensi Indikator
Masyarakat Interaksi
Identitas
Adat istiadat - Pengirim pesan
- Medium
- Penerima pesan
- Ciri fisik
- Kewarganegaraan
- Kebudayaan
- Norma
- Kebiasaan
- Aturan
BAB III
METODOLOGi PENELITIAN
3.1 Metode Penelitian Kuantitatif
Data dalam metode penelitian kuantitatif adalah data yang pasti. Data yang pasti adalah data yang sebenarnya terjadi sebagaimana adanya, bukan data yang sekedar yang terlihat, terucap, tetapi data yang mengandung makna dibalik yang terlihat dan terucap tersebut.
3.1.1 Metode penelitian Kualitatif
Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, teknik pengumpulan data dilakkukan secara trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekan kan makna pada generalisasi.
3.1.2 Penelitian Study Kasus
Study kasus adalah suatu penelitian yang bersifat lebih mendalam dengan penekanan pada suatu kasus spesifik yang terjadi dalm satu rentang.
3.2 Metode Analisis Data
Data coding dan tabulating merupakan titik mulai pekerjaan analisis. Tujuan analisis adalah menyempitkan dan membatasi penemuan–penemuan hingga menjadi suatu data yang teratur serta tersusun dan lebih berarti. Proses analisis merupakan usaha untuk menentukan jawaban atas pertanyaan perihal rumusan-rumusan dan pelajaran–pelajaran atau hal-hal yang kita peroleh dalam proyek penelitian.
3.2.1 Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya, diamati, dicatat untuk pertama kalinya. Data tersebut menjadi data sekunder jika dipergunakan orang yang tidak berhubungan langsung dengan peneliti yang bersangkutan.
Untuk mengumpulkan data primer dapat digunakan :
• Metode survey
• Metode observasi
• Metode eksperimen
3.2.2 Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang bukan diusahakan sendiri pengumpulannya oleh peneliti misalnya dari biro statistic, majalah keterangan-keterangan atau publikasi lainnya. Jadi, data sekunder berasal dari tangan kedua, ketiga, dan seterusnya. Artinya melewati satu atau lebih pihak yang bukan peneliti sendiri. Karena itu perlu adanya pemeriksaan ketelitian.bukan berarti bahwa data sekunder kalah bermutu dibandingkan data primer, bahkan kalau mungkin data sekunder dicari lebih dulu, barang kali ada yang cocok dengan tujuan penelitian. dengan demikian akan lebih hemat biaya, waktu dan tenaga.
BAB IV
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
4.1 Unsur Bahasa
Unsur bahasa yang digunakan dalam Batak Toba di Kabupaten Toba Samosir adalah bahasa batak dengan logat toba itu sendiri. Namun, seiring dengan perkembangannya jaman sekarang ini, suku Batak Toba pun banyak juga yang menggunakan bahasa indosesia sebagai bahasa mereka agar mereka dapat berkomunikasi dengan orang-orang di sekitar mereka yang berbeda suku.
4.2 Unsur Sistem Teknologi dan Alat Produksi
Sistem teknologi yang digunakan oleh masyarakat suku Batak Toba masih sangat tradisional, apalagi bagi mereka yang masih tinggal di desa pedalaman. Mungkin banyak pula yang belum mendapatkan listrik di bagian tempat tinggal mereka. Namun, seiring dengan perkembangan jaman, mereka pun mulai mempelajari teknologi yang modern sebagai bagian dari kebudayaan mereka.
4.3 Unsur Sistem Mata Pencaharian
Mata pencaharian suku Batak Toba kebanyakan sebagai petani, pedagang atau nelayan bagi mereka yang tinggal di dekat pantai.
4.4 Unsur Organisasi social
Batak Toba merupakan sub atau bagian dari suku bangsa Batak. Suku Batak Toba meliputi Kabupaten Toba Samosir sekarang yang wilayahnya meliputi Balige, Laguboti, Parsoburan, dan sekitarnya. Marga atau nama keluarga adalah bagian nama yang merupakan pertanda dari keluarga mana ia berasal. Orang Batak selalu memiliki nama marga/keluarga. Nama / marga ini diperoleh dari garis keturunan ayah (patrilinear) yang selanjutnya akan diteruskan kepada keturunannya secara terus menerus. Dikatakan sebagai marga pada suku bangsa Batak Toba ialah marga-marga pada suku bangsa Batak yang berkampung halaman (marbona pasogit) di daerah Toba. Sonak Malela yang mempunyai 3 (tiga) orang putera dan menurunkan 4 (empat) marga, yaitu: Simangunsong, Marpaung, Napitupulu, dan Pardede, merupakan salah satu cotoh marga pada suku bangsa Batak Toba.
4.5 Unsur Sistem Pengetahuan
Salah satu system pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat suku Batak Toba adalah mengenai Upacara Kematian yang dikenal dengan nama Saur Matua. Adat Saur Matua merupakan ritual adapt yang digelar untuk memberi penghormatan terakhir bagi ibu atau ayah mereka yang meninggal di usia uzur. Adat Saur Matua ini berlangsung selama berhari-hari yang diawali dengan pemotongan hewan kerbau. Kerbau disembelih sebelum matahari terbit, dan dagingnya digunakan untuk keperluan ritual upacara maupun hidangan pesta. Ritual dimulai dengan upacara Jabu atau dalam rumah, disusul ritual di halaman rumah. Sebelum diletakkan di halaman rumah, upacara didahului pemberian ulos tujung kepada istri almarhum oleh hula-hula atau saudara laki-laki dari pihak istri almarhum. Ulos ini menyimbolkan pengakuan resmi tentang status janda istri yang ditinggalakan serta ungkapan belasungkawa. Di halaman rumah, upacara berlanjut dengan penyematan ulos kepada seluruh keturunan almarhum sebagai symbol kasih sayang. Setelah sluruh rangkaian adat usai, peti mati kemudian di usung ke tempat persembahyangan, untuk selanjutnya dikuburkan di sebuah tugu. Di tugu inilah umumnya masyarakat etnik Toba menguburkan anggota keluarga mereka yang telah berpulang lebih dulu. Konon tugu ini menyimbolkan kecintaan dan penghormatan pada leluhur, sekaligus symbol dari kemapanan dan status ekonomi pemiliknya.
4.6 Unsur Religi
Unsur religi yang terdapat dalam suku Batak Toba ada bermacam-macam, mayoritas beragama Kristen, Islam dan Parmalim.
4.7 Unsur Kesenian
Salah satu unsure kesenian yang dimiliki oleh Batak Toba adalah Rumah Adat Batak Toba yang disebut dengan Rumah Balon. Rumah Balon yang berbentuk empat persegi panjang dan kadang-kadang dihuni oleh 5 sampai 6 keluarga. Untuk memasuki rumah harus menaiki tangga yang terletak di tengah-tengah rumah, dengan jumlah anak tangga yang ganjil. Bila orang hendak masuk rumah Batak Toba harus menundukkan kepala agar tidak terbentur pada balok yang melintang, hal ini diartikan tamu harus menghormati si pemilik rumah. Rumah adat Batak Toba berdasarkan fungsinya dapat dibedakan ke dalam rumah yang digunakan untuk tempat tinggal keluarga disebut ruma, dan rumah yang digunakan sebagai tempat penyimpanan (lumbung) disebut Sopo. Bahan-bahan bangunan terdiri dari kayu dengan tiang-tiang yang besar dan kokoh. Dinding dari papan atau tepas, lantai juga dari papan sedangkan atap dari ijuk. Tipe khas rumah adat Batak Toba adalah bentuk atapnya yang melengkung dan pada ujung atap sebelah depan.
BAB V
PENUTUP
Kesimpulan
Batak Toba adalah salah satu suku Batak yang terdapat di daerah Toba itu sendiri (Sumatera Utara). Banyak mungkin yang tidak tahu keberadaan suku Batak Toba ini karena orang-orang mengira bahwa suku Batak itu hanya ”Batak” itu sendiri. Namun, suku Batak Toba ini adalah salah satu suku Batak terbesar di daerah Sumatera Utara, yang daerahnya meliputi Tapanuli. Bermacam-macam adat dan kebudayaan yang dimiliki oleh Batak Toba pun patut kita pelajari karena Batak Toba merupakan salah satu kebudayaan yang dimiliki oleh Indonesia.
Saran
Banyak sekali hal-hal yang dapat kita pelajari tentang budaya-budaya yang terdapat di Indonesia. Bermacam-macam adapt dan budaya yang dapat kita pelajari dan teliti tidak terkecuali tentang budaya Batak Toba. Hendaknya kita harus melestarikan dan mencintai budaya yang terdapat di Negeri kita sendiri ini. Suku Batak Toba pun bisa kita pelajari dan teliti lagi apa saja budaya-budaya serta adat-adat yang berada didalamnya. Melestarikan satu budaya saja sudah cukup untuk membuktikan bahwa kita menghargai apa saja yang terdapat dalam budaya tersebut.
Daftar Pusaka
Beals, Ralph L. Dan Harry Hoijer. An Introduction to Anthropology. New York : The Macmillan Company, 1959.
Bohannan, Paul. Social Anthropology. New york : Holt, Rinehart and Winston, 1963.
Koentjaraningrat. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta, 1981.
Kroeber, A.L. Anthropology. New York : Harcourt, Brace and Co, 1923.
Soekanto, Soerjono. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2007.
T.O Ihromi, Pokok-Pokok Antropologi Budaya. Jakarta: Aksara Baru
id.wikipedia.org/wiki/Batak
http://hutanami.com/index.php?option=com_content&view=article&id=86:rumah-adat-batak-toba-&catid=39:hot-product
Jumat, 02 April 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar